Kamis, 22 Desember 2022

JURNAL REFLEKSI

Peserta yang mengikuti Program Pendidikan Guru Penggerak diberi tugas untuk mengisi jurnal mingguan. Beberapa contoh cara membuat bisa dilihat di Model Jurnal Refleksi  .

Berikut Jurnal Refleksi yang saya buat selama mengikuti Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 4 dari Kab. Kediri. 

Capaian Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (CP) merupakan kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada setiap fase. Capaian dimulai sejak Fase A dan berakhir di Fase F (lihat Tabel  pembagian fase dalam kurikulum merdeka)

Tabel Pembagian Fase dalam Kurikulum Merdeka

Capaian pembelajaran kurikulum merdeka ialah pembaruan dari Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar yang dirancang untuk menguatkan fokus pembelajaran terhadap pengembangan kompetensi. Dalam K13 dan kurikulum nasional yang terdahulu lainnya ditujukan untuk kompetensi dan dilanjutkan pada kurikulum ini. 

CP menjadi acuan untuk pembelajaran intrakurikuler. Sementara itu, kegiatan projek penguatan profil pelajar Pancasila tidak perlu merujuk pada CP, karena lebih diutamakan untuk projek penguatan profil pelajar Pancasila dirancang utamanya untuk mengembangkan dimensi-dimensi profil pelajar Pancasila yang diatur dalam Keputusan Kepala BSKAP tentang Dimensi, Elemen, dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka. Dengan demikian, CP digunakan untuk intrakurikuler, sementara dimensi profil pelajar Pancasila untuk projek penguatan profil pelajar Pancasila.

RESOLUSI KONFLIK

Dalam kehidupan kita tidak terlepas dari konfilk. Ada saat-saat tertentu kita dihadapkan pada situasi yang membuat kita harus mengambil sikap sehingga tidak terjadi kebuntuan dan terwujud stabilitas. Pada dasarnya ada 6 cara dalam menghadapi sebuah konflik yaitu kabur, tempur, menyerah, lari dari tanggungjawab, berkompromi dan mencapai konsensus. 

1. Kabur, melarikan diri dari konflik sama dengan menghindar. Konflik tidak dihadapi, dan dibiarkan suatu saat kondisi yang sama akan terjadi.

2. Tempur
Seseorang yang menghadapi konflik secara agresif hanya memiliki satu target yaitu MENANG. Namun menang saja tidak cukup dalam menghadapi konflik, karena satu sisi ada pihak yang kalah. Situasi Menang-Kalah tentu tidak akan mewujudkan stabilitas. 

3. Menyerah
Seseorang yang menyerah saat terjadi konflik, mengalah dan lebih baik mundur serta diam alias kalah. Hasilnya hanya menang-kalah. 

4. Lari dari tanggungjawab
Seseorang yang tidak dapat atau tidak tahan menghadapi konflik melimpahkan keputusannya kepada orang lain, atau pihak lain yang memiliki otoritas lebih tinggi. Pihak yang memiliki otoritas lebih tinggi belum tentu bisa bijak dalam menyelesaikan masalah, sehingga ad kemungkinan kedua belah pihak yang berkonflik mengalami kekalahan. 

5. Berkompromi
Kompromi menjadi solusi yang diterima oleh kedua pihak meski solusi yang diberikan tidak ideal. 

6. Mencapai konsensus
Konsensus dilandasi oleh solusi baru yang dikembangkan oleh pihak-pihak yang berkonflik. Konsensus adalah situasi sama-sama menang, tidak ada pihak yang dipaksa mundur, justru kedua pihak membangun "jalan ketiga" bersama-sama.

Dari beberapa cara tersebut, anda sering mengambil cara yang mana? dan bagaimana hasilnya? apakah memuaskan semua pihak? apakah ada yang merasa dikalahkan? apakah anda merasa selalu menang?

JURNAL REFLEKSI

Peserta yang mengikuti Program Pendidikan Guru Penggerak diberi tugas untuk mengisi jurnal mingguan. Beberapa contoh cara membuat bisa dilih...